Palsukan Dokumen, Pendeta YH Dari Bethany Malang Ditetapkan Tersangka

Sebuah kabar mengejutkan kembali terdengar dari Gereja Bethany Indonesia, jika sebelumnya keras terdengar ganjang-ganjing perseteruan antara dua orang pendiri sinode tersebut, kini seorang pendeta yang bernaung di sinode itu ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pemalsuan dokumen.

Tersangka adalah pendeta berinisial YH, pendeta sekaligus pengurus Gereja Bethany Indonesia di Jalan Tenaga Baru IV/6 Kota Malang, Jawa Timur. Pendeta YH dituduh telah melakukan peralihan hak atas sertifikat hak milik Gereja Bethany Indonesia yang sebelumnya berstatus milik jemaat gereja Bethany Malang menjadi atas namanya.

"Sudah ada 8 orang saksi yang kita periksa. Termasuk YH yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi dan sekarang kita tetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara," demikian pernyataan Kasubdit Hardabangtah Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hadi Utomo, Jumat (26/4).

Selain menetapkannya sebagai tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa foto kopi sertifikat yang diduga palsu, surat dukungan pengalihan sertifikat, dan surat-surat lain yang diduga digunakan tersangka untuk merubah status SHM gereja.

Gereja seluas 1.767 meter persegi yang diperkirakan senilai 50 miliar rupiah berupa aset tanah dan bangunan tersebut seharusnya tidak bisa dipindah alihkan menjadi milik pribadi tanpa sepengetahuan atau ijin tertulis dari Majelis Pekerja Sinode (MPS) Gereja Bethany Indonesia, hal tersebut tertuang dalam AD/ART Sinode Gereja Bethany Indonesia.

Pendeta YH selanjutnya akan dijerat Pasar 263 dan 266 KUHP dan akan segera menjalani pemeriksaan pertama pada Rabu (1/5) nanti. Kasus ini muncul setelah adanya jemaat yang memberikan laporan pada Polda Jatim tertanggal 4 Maret 2013 dengan pelapor Alexander Yunus Irwantono.

Sungguh disayangkan muncul berita-berita miring tentang gereja dan hamba-hamba Tuhan. Umat tentu berharap agar gereja dan para pelayan-pelayannya dapat menjadi pengayom dan teladan, hal-hal seperti kejadian sangat tidak diharapkan. Terlebih perkara tentang aset gereja yang seharusnya dipergunakan sebesar-besarnya untuk melayani umat.

Sumber


Pendeta Malang Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Tanah


Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menetapkan Pendeta Dr YH menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan surat dan atau keterangan palsu terkait tanah milik Jemaat Gereja Bethany di Jalan Tenaga Baru, Kota Malang.

"Modusnya, Pendeta YH mengalihkan hak atas sertifikat atau sertifikat hak milik (SHM) atas nama Jemaat Bethany Malang menjadi kepemilikan pribadi pada tahun 2008," kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Jatim AKBP Suhartoyo di Balai Wartawan Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (26/4).

Didampingi Kasubdit Pidana Umum I/Hardabangtah (harta benda, bangunan, dan tanah) Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hadi Utomo, ia menjelaskan pendeta bergelar doktor yang tinggal di Manyar Rejo Surabaya itu diperiksa berkat laporan jemaat ke Polda Jatim pada 4 Maret 2013 dengan bukti laporan polisi nomor LPB/217/III/UM/2013/Jatim.

"Penyidik sudah memeriksa delapan saksi, termasuk YH yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah kami melakukan gelar perkara dalam kasus itu. Kami menetapkan YH sebagai tersangka sesuai Pasal 184 KUHAP bahwa seseorang dapat menjadi tersangka dengan alat bukti, saksi, surat, petunjuk, dan keterangan ahli," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan memeriksa YH sebagai tersangka pada awal Mei mendatang, terutama untuk menggali alasan penyerobotan itu. "Alasan itu sudah masuk materi sangkaan, karena itu kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya, Pihaknya sudah mengantongi sejumlah alat bukti, di antaranya fotokopi sertifikat hak milik yang diduga palsu, surat kuasa pengalihan sertifikat, dan surat-surat lain yang diduga dipalsukan tersangka untuk mengubah SHM Gereja menjadi milik pribadi.

Menurut dia, tersangka yang semula merupakan pengurus dan pendeta dari sebuah gereja di Surabaya dan akhirnya berpindah menjadi pendeta di Gereja Bethany di Malang itu melakukan penyerobotan tanah dengan nomor SHM 1770 yang luasnya mencapai 1.767 meter persegi.

"Apalagi, pelapor juga menyebut ada aset lain dari Gereja Bethani Malang yang juga diatasnamakan tersangka. Nilai total aset berupa tanah dan bangunan sekitar Rp50 miliar," katanya.

Ia mengatakan aset gereja itu seharusnya tidak bisa dialihkan menjadi aset pribadi tanpa sepengetahuan atau izin tertulis dari Majelis Pekerja Sinode (MPS) sebagaimana diatur dalam AD/ART Gereja Bethany.

"Tapi, pelaku ini membuat surat dan keterangan palsu untuk mengalihkan aset gereja menjadi aset pribadi," katanya.

Dalam kasus itu, ia meminta kalangan pers bersikap hati-hati, karena kasus itu menyangkut tokoh agama, meski polisi berusaha untuk fokus kepada unsur pidana, bukan masalah lain.

Sumber

comments powered by Disqus

Jadwal Kebaktian

Klik disini untuk jadwal lengkapnya

Download Warta Jemaat

Pengumuman Update

Download Formulir

Baptis Suci Anak
Pengakuan Percaya (Sidi)
Baptis Dewasa (Sidi Baptis)
Katekisasi Bina Pranikah



Suami & Istri

4 Sumpah Pernikahan yang Paling Susah Ditepati

24.08.2014

4 Sumpah Pernikahan yang Paling Susah Ditepati

Saat seseorang menikah, masing-masing harus mengucapkan sumpah pernikahan pada saat...

Orangtua & Anak

Jangan Sembarang Marah Kepada Anak!

05.08.2014

Jangan Sembarang Marah Kepada Anak!

Oregon State University, Oregon Sosial Learning Center dan lembaga lainnya...

Single

Stop Bertanya Kapan Kawin

29.07.2014

Stop Bertanya Kapan Kawin

Ngeles Sih Boleh, Tapi Telat Kawin Tetap Ada Risikonya Terlalu fokus...

Kesehatan

5 Hal yang Harus Diperhatikan Selama Kehamilan

08.09.2014

5 Hal yang Harus Diperhatikan Selama Kehamilan

Demi sehatnya tumbuh kembang janin seorang ibu dianjurkan mengonsumsi makanan...

 

GKI KWITANG JAKARTA

Jl. Kwitang No. 28, Jakarta 10420
Telp. 310-7786, 390-6037, 0811-1007945, 230-0438 (R. Pendeta)
Fax. 390-6037
E-mail. kantor@gkikwitang.or.id / Akses webmail klik disini